Panitia Angket DPR masih menyandera KPK dengan perpanjangan masa tugasnya. Apakah para wakil rakyat itu sudah mati-rasa dengan suasana batin rakyat di negeri ini ya?
November 2017
Hari ini
Mg Sn Sls Rb Kms Jmt Sbt
2930311234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293012
3456789
 

Arsip Artikel



Kelembagaan Perangkat Daerah, Catatan Kritis Penataan SOTK Berdasarkan PP 18/2016 di Kabupaten Kulonprogo
18 Oktober 2017
Sejak reformasi sistem politik yang mengarah kepada demokrasi dan desentralisasi, telah sekian kali pemerintah pusat merumuskan pedoman mengenai SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) bagi Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota. Apakah pedoman-pedoman yang diratifikasi dalam bentuk Peraturan Pemerintah itu benar-benar membantu daerah dalam menata kelembagaan dan meningkatkan efektivitas pelayanan publik? Pertanyaan ini masih seringkali dilontarkan dengan skeptis diantara para perumus kebijakan di daerah. Undangan dari Bagian Organisasi dan Tata-laksana Pemkab Kulonprogo untuk lokakarya mengenai kelembagaan perangkat daerah berdasarkan PP No.18/2016 barangkali belum bisa menjawab pertanyaan mendasar ini. Tetapi saya melihat tetap perlunya mengevaluasi secara kritis berbagai pedoman penataan kelembagaan dari pemerintah pusat yang biasanya digunakan oleh Kemdagri untuk menilai manajemen pemerintahan di daerah. Hasil skoring dari perangkat daerah di Kulonprogo menunjukkan bahwa penataan kelembagaan itu justru mengakibatkan bertambahnya jabatan-jabatan struktural dan penggemukan organisasi. Pada saat yang sama, tidak semua jabatan bisa diisi dengan oirang yang memiliki kualifikasi memadai karena beberapa tahun terakhir ini Pemkab mengalami moratorium rekrutmen pegawai. Jadi, bagaimana Pemkab harus memadukan kebutuhan rightsizing dengan pedoman penataan lembaga ini? [selengkapnya]
 
Pendidikan Tinggi dalam Persaingan Global, Kuliah Manajemen dan Kepemimpinan PT
27 September 2017
Dalam kuliah ke-4 bagi Teori Manajemen dan Kepemimpinan bagi para mahasiswa MMPT (Magister Manajemen Pendidikan Tinggi) ini saya menguraikan konstelasi persaingan global yang harus dihadapi oleh banyak perguruan tinggi di Indonesia. Tuntutan kompetensi bagi para dosen sangat tinggi, menyangkut pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat atau Tri-Dharma perguruan tinggi. Tetapi karena masih rendahnya kompetensi para dosen dan terbatasnya sistem insentif yang tersedia untuk bisa mengajar, meneliti dan sekaligus melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kinerja produk penelitian dan publikasi dari kebanyakan dosen masih begitu rendah. Bisa dibandingkan, misalnya, bahwa jumlah publikasi internasional para dosen di Indonesia saat ini masih sekitar 6.000 judul sedangkan di Malaysia yang jumlah perguruan tingginya lebih kecil sudah mencapai lebih dari 25.000 judul. Kita ketahui sepenuhnya bahwa reputasi perguruan tinggi dengan penerbitan internasional adalah sebuah keharusan. Tetapi tantangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penerbitan internasional memang sangat kompleks. [selengkapnya]
 
Konsep dan Studi Kebijakan Publik, Pelatihan Analisis Kebijakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
27 September 2017
Atas undangan dari Asosiasi Perencana Pemerintah Indonesia (AP2I), saya memberikan materi tentang konsep dan lingkup studi kebijakan publik dalam pelatihan dan sekaligus lokakarya tentang Analisis Kebijakan Publik di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan. Materi ini terdengar sebagai sesuatu yang sangat elementer dan mungkin terlalu teoretis bagi para peserta di kementerian ini yang dalam keseharian banyak menghadapi tugas-tugas teknis. Tetapi ternyata dengan membahas relevansi teori dengan kasus-kasus yang terjadi di Indonesia para peserta yang kebanyakan berasal dari Biro Perencanaan ini sangat antusias mengikuti diskusi tentang kebijakan publik di Indonesia. Upaya untuk mendekatkan tiga sub-bidang kajian (proses perumusan kebijakan, advokasi kebijakan, dan analisis kebijakan), misalnya, merupakan tantangan tersendiri bagi para pejabat dan kalangan profesional yang tugas pokoknya terkait dengan kebijakan publik. [selengkapnya]
 
Inflasi dan Kebijakan Moneter
18 September 2017
Pengendalian inflasi adalah salah satu tugas penting bagi pemerintah dalam melaksanakan kebijakan ekonomi. Masalahnya adalah bahwa sebagai indikator ekonomi, angka inflasi adalah indikator yang "tricky"; dengan angka pada kisaran yang rendah dan terkendali, inflasi menunjukkan berkembangnya investasi dan peningkatan produktivitas, tetapi jika terlalu tinggi dan apalagi mencapai hyper inflation, angka inflasi bisa sangat berbahaya dan mengakibatkan masalah besar bagi ekonomi secara keseluruhan. Untuk itu, mahasiswa yang belajar tentang ekonomi sektor publik harus paham betul tentang kebijakan pengendalian inflasi, termasuk penyebab utamanya yang secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu: inflasi karena naiknya permintaan (demand-pull inflation) dan inflasi karena naiknya ongkos produksi (cost-push inflation). Yang lebih penting lagi bagi para mahasiswa adalah memahami bagaimana kebijakan pengendalian inflasi dilakukan oleh pemerintah, bagaimana koordinasi antara Bank Indonesia dan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah), dan juga pemantauan yang efektif dari indikator inflasi. [selengkapnya]
 
"Penelitian, Publikasi dan Pembuatan Monografi", Lokakarya Publikasi LPPM Universitas Jenderal Soedirman, 15 Sept 2017
16 September 2017
Indonesia memiliki lebih dari 2.800 perguruan tinggi. Tetapi dari segi publikasi ilmiah, Indonesia masih jauh ketinggalan jika dibandingkan negara-negara berkembang lain termasuk di ASEAN. Oleh sebab itu, dengan didorong oleh kebijakan baru dari Menristekdikti untuk menggalakkan riset dan publikasi oleh dosen, banyak perguruan tinggi yang sekarang giat melakukan gerakan publikasi. Saya diundang oleh LPPM-Unsoed Purwokerto tampaknya oleh karena semangat ini. Di bawah tema pembuatan monografi, saya mencoba menguraikan berbagai persoalan sistemik, kultural maupun manajerial dari persoalan riset dan publikasi bagi para dosen. Kinerja para dosen memang tidak hanya dapat diukur dari banyaknya jurnal atau tulisan, tetapi juga dari pengajaran maupun pengabdian kepada masyarakat. Tetapi kalau dosen saja hanya terjebak kegiatan rutin dan tidak pernah melakukan penelitian dan menulis, lalu siapa lagi? [selengkapnya]
 
Manajemen: Pengertian Dasar, Teori dan Perkembangannya
31 Agustus 2017
Setelah kuliah di Magister Manajemen Perguruan Tinggi (MMPT) minggu lalu menguraikan tentang silabus dan struktur kuliah, pada pertemuan kedua ini dibahas tentang pengertian umum manajemen dan relevansinya bagi pelayanan di perguruan tinggi. [selengkapnya]
 
Silabus Teori Manajemen dan Kepemimpinan, WU & HH
31 Agustus 2017
[selengkapnya]
 
Etika Islam dan Akuntabilitas Pelayanan Publik, Kuliah Yudisium Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
06 Agustus 2017
Mendapat undangan untuk memberikan kuliah umum dalam kesempatan Yudisium para mahasiswa S2 di UMY, sebelumnya saya kurang yakin mau bicara apa. Tetapi saya ingin membahas sebuah tema yang merupakan persoalan sangat mendasar bagi bangsa Indonesia, yaitu penerapan etika di dalam praktik pelayanan publik. Sebagai landasan etika Islam, sebenarnya sudah begitu banyak ayat di dalam Al Quran yang menjelaskan tentang pentingnya menjaga amanah, kejujuran, integritas, dan imparsialitas dalam pelayanan umum. Tetapi bagaimana mengaktualisasikan dan mewujudkan nilai-nilai etika Islam tersebut di dalam praktik pelayanan umum adalah tantangan besar bagi para eksekutif muda Islam saat ini. Dengan memberikan banyak contoh-contoh dalam penyelenggaraan pelayanan publik di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, saya mengupas aspek-aspek teknis yang langsung terkait dengan filosofi etika Islam. Di luar dugaan, cukup banyak para calon wisudawan S2 itu yang tertarik dan mengajukan banyak pertanyaan penting. Mudah-mudahan semua yang dibahas ini bukan sekadar wacana, tetapi memang benar-benar dilaksanakan ketika mereka kembali ke dunia kerja. [selengkapnya]
 
Refleksi Kebijakan AKIP dan Percepatan Reformasi Birokrasi, Reformist Leader Academy (RLA) Training, LAN Samarinda, 8 Juni 2017
09 Juni 2017
LAN Samarinda mengundang saya untuk ceramah tentang AKIP dan Reformasi Birokrasi di Indonesia. RLA adalah pelatihan dengan perubahan skema yang penting karena melibatkan para pejabat pemerintah tingkat menengah yang diharapkan dapat menjadi motor Reformasi Birokrasi. Saya melihat bahwa AKIP (Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) telah gagal menjadi sistem evaluasi yang bisa mencegah penyimpangan, pemborosan dan korupsi di Indonesia. Diperlukan komitmen yang kuat untuk mengubah sistem dan substansi pelaporan akuntabilitas kinerja serta menguatkan relevansinya bagi reformasi birokrasi. Sementara itu, pola implementasi reformasi birokrasi hendaknya diubah dari yang sifatnya formalistik selama ini menjadi sistem yang lebih realistis, terukur dan berkelanjutan, dengan memperkuat relevansinya terhadap masalah riil bangsa, yaitu: peningkatan daya saing bangsa. Banyak peserta yang tidak sependapat dengan yang saya jelaskan. Saya paham bahwa memang banyak resistensi untuk berubah dalam rangka reformasi. Tetapi perubahan pola pikir itulah yang diperlukan kalau benar-benar menginginkan agar reformasi birokrasi bisa berhasil di Indonesia. [selengkapnya]
 
"Auditor Hitam", Kedaulatan Rakyat, 2 Juni 2017
06 Juni 2017
Pasti banyak orang yang geregetan dan gusar dengan terungkapnya kasus suap yang melibatkan seorang auditor dan sekaligus pejabat Eselon I di BPK dengan pejabat di Kemendesa pada pekan lalu. Karena ini adalah kasus tangkap-tangan oleh KPK, mestinya tidak ada kemungkinan lagi bagi pelaku untuk berkelit. Namun dalam analisis yang saya buat untuk harian KR kali ini, saya sengaja tidak membahas masalah penyalahgunaan kewenangan sekadar dari sisi moral atau etika. Untuk kasus suap yang diterima oleh seorang auditor ini, saya melihat masalahnya justru dari segi visi dan misi seorang auditor, penilaian kinerja yang berlaku bagi mereka serta sistem manajemen dan akuntabilitas yang merupakan masalah akut di tanahair. Dugaan banyak orang bahwa opini atau status LHP di banyak lembaga pemerintah ternyata hasil transaksi korupsi ternyata telah terbukti. Sekarang adalah saatnya untuk bergerak nyata melakukan reformasi bagi sistem kinerja auditor. Kapan lagi? [selengkapnya]



 
   Copyright © 2016 Wahyudi Kumorotomo. All rights reserved.