Terpilihnya Trump sebagai presiden AS, bersama keluarnya Inggris dari Masyarakat Eropa, melengkapi kekhawatiran tentang dunia yang tidak ramah dengan kaum Muslim. Tetapi mengapa kaum Muslim di Indonesia justru memperlihatkan tanda-tanda meluasnya intoleransi?
Agustus 2017
Hari ini
Mg Sn Sls Rb Kms Jmt Sbt
303112345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829303112
3456789
 

Teori Pembangunan
Pembangunan: Definisi dan Indikator
06 Januari 2010
Perdebatan mengenai apakah yang disebut dengan pembangunan dan apa indikator untuk mengukurnya telah berlangsung sekian lama, tetapi tampaknya belum akan berakhir. Rumusan dari Bank Dunia yang mengatakan bahwa pembangunan dapat diukur dari semua indikator pertumbuhan ekonomi mendapat tantangan yang sangat kuat dari rumusan UNDP tentang Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) sebagai indikator yang tepat untuk mengukur kinerja pembangunan. Lalu, di mana posisi para pakar pembangunan di negara-negara berkembang? Karena tidak banyak tulisan pakar yang benar-benar berasal dari dan menguasai persoalan di negara berkembang, memang teoritisi dari negara berkembang masih sangat sedikit. Di tengah semua itu, yang penting dipahami adalah bahwa karena konsep pembangunan itu sendiri bersifat normatif maka penafsiran tentang indikator kinerjanya juga akan terus menjadi bahan perdebatan dan terbuka untuk dikritisi. [selengkapnya...]
 
Debat tentang Modernitas dan Paradigma Post-Development
30 September 2009
Apakah rakyat di Amerika Serikat yang konon makmur dan serba berkecukupan itu lebih bahagia daripada rakyat di Kamboja yang konon masih miskin dan serba kekurangan? Jawaban dari pertanyaan ini ternyata tidak mudah. Ironisnya, banyak survai yang membuktikan bahwa rakyat di negara maju seringkali merasa kurang bahagia jika dibanding mereka yang hidup di negara-negara sedang berkembang. Perdebatan tentang modernitas dan apa yang sesungguhnya harus dicapai dalam pembangunan tampaknya masih akan terus berlanjut diantara para teoretisi maupun praktisi.
Dengan melihat begitu banyaknya kelemahan dari strategi pembangunan yang selama ini diambil di banyak negara, muncul teori-teori baru tentang Post-Modernisme atau Post-Development. Apakah teori ini memang benar-benar menawarkan strategi yang baru? Inilah yang masih harus dikaji dan tentunya harus diketahui oleh para mahasiswa dalam disiplin ilmu sosial dan terutama studi pembangunan. [selengkapnya...]
 
Faktor Institusi dalam Kebijakan Pembangunan Ekonomi
30 September 2009
Dasar-dasar tentang strategi pembangunan ekonomi telah banyak dipahami oleh perumus kebijakan puncak di negara-negara berkembang. Tetapi toh tidak semua strategi yang diterapkan itu membuahkan hasil yang memuaskan bagi peningkatan taraf-hidup dan kemakmuran rakyat. Masalahnya adalah bahwa tidak semua strategi pembangunan itu dilaksanakan dengan perangkat institusi yang tepat di masing-masing negara. Semua pimpinan negara tentu akan mengklaim bahwa negaranya menggunakan institusi yang demokratis untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang dibutuhkan rakyatnya. Namun di dalam praktik pelaksanaan demokratisasi itu tidak selalu menghasilkan rumusan kebijakan ekonomi yang efektif. [selengkapnya...]
 
Perdebatan Teoretis tentang Pembangunan dan Pertumbuhan
12 September 2009
Sebagai tambahan materi tentang teori pertumbuhan, perdebatan teoretis tentang strategi pembangunan di negara berkembang yang cukup seru terjadi diantara para akademisi pada tahun 1940-an dan 1960-an. Namun di tengah keunggulan dan kelemahan masing-masing teori yang dikemukakan, perdebatan teoretis itu sedikit-banyak juga mempengaruhi cara berpikir para penguasa di negara-negara berkembang. Masih melekat di ingatan, misalnya, ketika Suharto menggariskan gagasan pembangunan dalam tahapan Repelita dan sering menggunakan istilah tinggal-landas (take-off) seperti yang diungkapkan oleh W.W. Rostow. Demikian juga, banyak elemen strategis pembangunan di negara berkembang yang merujuk pada pendapat para teoretisi pembangunan ekonomi waktu itu. [selengkapnya...]
 
Model Pertumbuhan Harrod-Domar, Keynes
10 September 2009
Teori pertumbuhan ekonomi telah menjadi garis pemikiran yang klasik. Begitu banyak kritik yang diarahkan kepada paradigma pertumbuhan. Tetapi di dalam kenyataan, tidak dapat dimungkiri bahwa banyak tolok-ukur yang dipakai oleh perumus kebijakan yang masih menggunakan gagasan-gagasan dari teori pertumbuhan. Perhitungan PDB, gagasan tentang investasi dan tabungan untuk meningkatkan kesejahteraan, akumulasi modal, dan sebagainya, adalah sesuatu yang menjadi pilar pokok teori pertumbuhan yang masih sering dikutip ketika orang bicara tentang pembangunan. Terlebih lagi, banyak pihak yang mengkritik teori pertumbuhan tanpa mempelajari secara mendalam landasan argumentasinya. Oleh sebab itu, dalam mata-kuliah Teori Pembangunan para mahasiswa antara lain diharapkan dapat memahami argumentasi yang mendasari teori ini. [selengkapnya...]
 
Silabus Teori Pembangunan
09 September 2009
Bersama Dr. Gabriel Lele dan Bu Emil Karmila, MA semester ini saya dijadwalkan untuk mengampu mata kuliah Teori Pembangunan di program Magister Studi Kebijakan, UGM. Bagi saya, terus-terang ini merupakan hal baru karena sebelumnya belum pernah mengajar mata kuliah ini baik di program S1 maupun program S2. Tetapi ini sekaligus merupakan tantangan bagi saya karena selama ini tidak mendalami teori secara serius. Karena itu, saya harus membolak-balik lagi literatur tentang teori pembangunan, mencarinya di perpustakaan maupun di jurnal on-line. Mudah-mudahan para mahasiswa dapat mengambil manfaat maksimal dari mata kuliah ini. [selengkapnya...]
 
   Copyright © 2016 Wahyudi Kumorotomo. All rights reserved.