Setelah pada pemilihan anggota kabinet kebijakan Jokowi relatif dapat diterima oleh publik, pada pemilihan Kapolri situasinya sungguh berbeda. KPK sudah menetapkan calon Kapolri jadi tersangka, dan penolakan publik atas pilihan presiden sangat kuat. Jokowi menunda pelantikan, tetapi permainan belum berakhir...
Februari 2015
Hari ini
Mg Sn Sls Rb Kms Jmt Sbt
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
1234567
891011121314
 

Arsip Artikel



Manajemen Kepegawaian Berbasis Kompetensi, hotel Arjuna, Jogja
25 Juli 2013
Dalam dua kali pertemuan berturut-turut di hotel Arjuna, saya diminta untuk membantu memikirkan persoalan kepegawaian di sebuah kabupaten terpencil di Papua, yaitu kabupaten Pegunungan Bintang. Permasalahan kepegawaian dan birokrasi publik di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini ini demikian kompleks sebagaimana dihadapi oleh banyak kabupaten yang masih terbelakang di Indonesia. Permasalahan itu terkait dengan kondisi geografis yang sulit, infrastruktur transportasi yang sangat minim, tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendah, hingga masalah komitmen kebanyakan sumberdaya manusia yang memprihatinkan. Tetapi bersama-sama para pejabat Pemda dari Biro Organisasi, saya mencoba untuk membangun optimisme dengan pemahaman yang realistis tentang apa yang harus dihadapi dan dipecahkan dengan prioritas jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan APBD yang sudah mencapai Rp 1,02 triliun dan proporsi belanja langsung yang mencapai lebih dari 70 persen, semestinya banyak hal yang bisa dilakukan untuk memakmurkan rakyat di daerah. Tetapi dengan kekuatan pegawai yang hanya sekitar 2.200 orang dan tingkat kompetensi dan komitmen masih rendah, pejabat Pemda di kabupaten ini memang harus bekerja ekstra keras untuk menggerakkan birokrasi publik dan melayani warga dengan sebaik-baiknya. [selengkapnya]
 
Reformasi Birokrasi, E-Governance dan TIK dalam Pelayanan Publik, Lokakarya Gama-Techno - MAP, Jogja
02 Juli 2013
Kerjasama antara Pengelola MAP-UGM dengan Gama Techno terlaksana dalam bentuk "Sharing Session" antara para alumni MAP-UGM yang kini sudah banyak menjadi pejabat di daerah dengan para akademisi dan pelaku bisnis piranti-lunak. Sebagai sarana pemicu diskusi, saya memaparkan beberapa gagasan yang sebenarnya bukan merupakan hal baru lagi mengenai pentingnya e-governance bagi reformasi birokrasi publik. Namun hal-hal yang sebenarnya sederhana dan bukan merupakan konsep baru itu pun ternyata belum semua dipahami dan menjadi perhatian dari para perumus kebijakan di daerah. Banyak aspek pelayanan publik yang sebenarnya dapat dibuat lebih efisien dan lebih produktif dengan memanfaatkan TIK. Tetapi kembali lagi, persoalannya sering terpulang kepada komitmen kepala daerah dan para aparatnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi warganya. [selengkapnya]
 
Ketawang Ibu Pertiwi, anggitanipun Ki Narto Sabdo
22 Juni 2013
Ketawang Ibu Pertiwi anggitanipun Ki Narto Sabdo punika mujudaken gendhing ingkang paling populer wonten ing pahargyan Temanten. Menawi gendhing-gendhing Jawi ingkang dipun ungelaken rikala para tamu nembe dhahar, sampun saged dipun pesthekaken menawi pranatacara ngabani niyaga supados mbabar Ketawang Ibu Pertiwi punika. Cakepan gender lan slenthem ugi kalebet gampil dipun apalaken. Ing riki kawula inggah balungan slenthem kanthi laras Pelog Pathet 5. Sumangga dipun cobi. [selengkapnya]
 
Ladrang Pangkur Laras Pelog Pathet 5
21 Juni 2013
Ladrang Pangkur ugi saged dipun garap mawi Genderan lan balungan Slenthem kanthi laras Pelog pathet 5, utawi ingkang kaliyan sawetara winasis dipun sebat Pelong Bem. Swasana laras Pelog benten kaliyan swasana laras Slendro. Garapan Slenthem ugi sakalangkung nengsemaken bilih para sutresna mirengaken ladrang Pangkur ingkang dipun garap mawi Pelog Barang lan Pelog Bem utawi Pelog Pathet 5. Namung para pandhemen ingkang lantip ing babagan budaya luhur ingkang saged mbentenakan kekalih laras ladrang Pangkur menika kanthi pratitis. [selengkapnya]
 
Ladrang Pangkur Laras Pelog Pathet Barang
20 Juni 2013
Saestu bilih ladrang Pangkur mila kalebet gendhing cekak ingkang luwes, amargi saged dipun garap mawi laras Slendro, Pelog Barang lan ugi Pelog Bem. Wonten ing riki kawula unggah balungan Slenthem ladrang Pangkur mawi laras Pelog pathet Barang. Garapan gender meh sami kaliyan Slendro Pathet Manyura, ananging ungeling gendhing mahanani swasana Pelog ingkang langkung populer lan dhinamis. Sumangga. [selengkapnya]
 
Ladrang Sri Slamet Laras Pelog Pathet Barang
20 Juni 2013
Kagem para niyaga enggal, ladrang Sri Slamet ingkang dipun garap mawi laras Slendro Manyura saged dipun trepaken wonten laras Pelog Barang. Suwanten lan swasana mila benten, naning garapan genderipun meh sami. [selengkapnya]
 
Gambir Sawit Slendro Pathet 9
20 Juni 2013
Gambir Sawit kalebet sekar gendhing ingkang panjang lan asring dipun ungelaken wonten in adicara Uyon-uyon Manasuka. Garap genderan barung kedah migatosaken rancaking kendhang minangka bawa iramanipun. Mliginipun ing perangan Pangkat Dhawah, panggender kedah saged mbedakaken antawisipun irama 2 lan irama 4, kanthi tansah nyawiji kaliyan ungeling kendhang. Gerongan dipun wiwiti wonten ing 3 gatra ingkang pungkasan. Tembangipun mawi Sinom utawi Asmaradana. [selengkapnya]
 
Asmaradana
09 Juni 2013
Sekar Asmaradana kalebet gendhing ingkang asring kapireng wonten pagelaran Kethoprak, Wayang Purwa, Wayang Wong, utawi wonten ing pahargyan temanten. Wonten ing babaring carita ingkang ngemu swasana kinasihan utawi romantis, sekar menika mila cocog sanget. Mawarni-warni gerongan sekar Asmaradana ingkang saged dipun tembangaken rikala adegan "gandrung". Ing mriki namung kaaturaken conto sekar Asmaradana kangge gerongan wonten babaran gender gendhing Gambir Sawit. [selengkapnya]
 
Manajemen Kinerja: Reformasi Birokrasi dan Aplikasi Balanced Score-Card di Indonesia, Diklatpim II, Semarang
06 Juni 2013
Memenuhi undangan panitia Diklatpim-2 Badan Diklat Provinsi Jateng, saya menguraikan tentang kemungkinan aplikasi Balanced Score-Card (BSC) yang merupakan "merek-dagang" pemikiran Kaplan & Norton (2008). Aplikasi BSC sangat populer diantara perusahaan swasta dan untuk mengetahui lebih detil tentang BSC bahkan Setwapres pernah mengundang Kaplan ke Jakarta untuk berbicara di sebuah seminar. Tetapi, apakah teknik manajemen kinerja ini cocok untuk organisasi pemerintah? Inilah pertanyaan yang tetap menggelitik untuk dijawab. Saya menguraikan tentang metode BSC dari konsep-konsep elementernya, terutama semangat untuk menyeimbangkan antara kepentingan Stake-holders dan Customers dengan Internal Business-Process dan Organizational Learning and Growth. Tapi diskusi di kelas tampaknya lebih mengarah kepada bagaimana pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebagian peserta berargumentasi bahwa banyak kasus korupsi yang diadili di Indonesia sebenarnya adalah kesalahan prosedur, bukan tindak pidana korupsi. Untuk sebagian, saya setuju dengan argumentasi ini mengingat bahwa dalam praktik terdapat ketidakjelasan antara wilayah Hukum Administrasi dengan Hukum Pidana dalam banyak kasus korupsi. Lalu, dari mana kita harus membenahi manajemen kinerja dalam organisasi pemerintah melihat begitu banyaknya persoalan yang membelitnya? [selengkapnya]
 
Efektivitas Kelembagaan dalam Pengelolaan Tabungan Perumahan Rakyat, Diskusi DPD, Wisma MM-UGM, Jogja
25 April 2013
Sebuah draf RUU Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) kini tengah dibahas oleh Pansus di DPR dan DPD. Sebagai sebuah draf yang ditargetkan untuk dapat diratifikasi menjadi undang-undang, saya melihat muatannya masih banyak yang mentah dan perlu reformulasi yang lebih cermat. Dengan difasilitasi oleh Pak Cholid Mochtar, anggota DPD dari DIY, dan para pemangku kepentingan di sekitar Jogja, saya membedah draf UU ini dari berbagai segi. Membuat peraturan tentang perumahan yang bisa antisisipatif terhadap permasalahan pendanaan, hak dan kewajiban kelompok Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR) sebagai peserta, lembaga pengelola, serta penyediaan rumah yang terjangkau tampaknya memang tidak mudah. Tetapi saya melihat bahwa persoalan yang paling mendasar adalah keberpihakan dan komitmen pemerintah untuk menyediakan rumah murah bagi keluarga miskin serta itikad baik dari semua pihak untuk mendukung kebijakan ini. Saya sangat berharap bahwa pembahasan RUU ini bukan sekadar menjadi dagangan laris menjelang Pemilu, tetapi benar-benar menunjukkan semangat pembelaan kepada warga miskin. [selengkapnya]



 
   Copyright © 2015 Wahyudi Kumorotomo. All rights reserved.